Parah! Oknum Guru Sekolah Dasar di Purwakarta Diduga Rendahkan Profesi Wartawan dengan Menyebut Tukang Memeras

- 16 Mei 2024, 11:40 WIB
SDN 1 Nagritengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
SDN 1 Nagritengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. /Tim PR./

PR PURWAKARTA - Empat orang awak media  mengalami tindakan kurang menyenangkan saat hendak meliput kegiatan di SDN 1 Nagritengah, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Nagritengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Rabu 15 Mei 2024.

Keempat wartawan yang bekerja di media online, media cetak dan televisi itu mengalami pengusiran hingga mendapat perkataan kurang pantas dari salah satu oknum guru berinisial R yang mengajar di sekolah tersebut. Padahal, para awak media ini datang berdasarkan undangan liputan dari kepala sekolah.

Yadi, salah satu wartawan yang mengalami tindakan kurang menyenangkan dari oknum guru tersebut menceritakan kronologi awal kejadian.

Baca Juga: Benarkah Anne Ratna Mustika Terlibat Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah yang Ditangani Kejari Purwakarta?

Saat itu, Yadi termasuk tiga rekannya, Adam, Deni dan Hidayat mendapat undangan dari kepala sekolah untuk meliput kegiatan sekolah yang menyatakan bahwa sekolah tersebut melarang siswanya untuk melakukan study tour.

"Tapi saat tiba di lokasi awalnya semua baik-baik aja. Nah waktu ada salah satu guru lain yang menawarkan kopi kepada kami, si oknum guru tersebut tiba-tiba berteriak dari dalam ruangan," kata Yadi, Kamis 16 Mei 2024.

Kemudian, oknum guru itu tiba-tiba melontarkan kata-kata kurang pantas tanpa sebab serta merendahkan profesi wartawan dengan menyebut wartawan tukang memeras.

"Dia keluar marah-marah nuduh kedatangan kami ke sekolah itu bertujuan untuk membuat pemberitaan miring berujung pemerasan. Padahal kita jelas dapat undangan dari kepala sekolah," sambung Yadi.

Lebih parah lagi, Yadi menceritakan bahwa oknum guru itu meminta salah satu siswa yang kebetulan adalah anak dari salah satu wartawan yang mengalami tindakan kurang menyenangkan itu agar dipindahkan dari sekolah tersebut karena dinilai menjadi penyebab banyaknya wartawan yang berdatangan ke tempat dia mengajar.

Halaman:

Editor: Aik Hakiki


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah